Rasio Tunjangan Tambahan terhadap Beban Gaji dan Upah

Rasio Tunjangan Tambahan terhadap Beban Gaji dan Upah
Photo by Alejandro Escamilla / Unsplash

Rasio manfaat tambahan terhadap beban gaji dan upah adalah salah satu rasio keuangan yang penting untuk dipantau oleh perusahaan, baik manufaktur maupun jasa. Rasio ini menunjukkan seberapa besar beban manfaat tambahan yang dikeluarkan perusahaan dibandingkan dengan beban gaji dan upah.

Rumus untuk menghitung rasio manfaat tambahan terhadap beban gaji dan upah adalah:

Rasio manfaat tambahan terhadap beban gaji dan upah = (Biaya manfaat tambahan – Biaya potongan terkait dari gaji karyawan) / (Gaji + Upah + Pajak gaji)

Berikut adalah contoh kasus dalam mata uang rupiah berdasarkan tulisan yang Anda berikan:

Perusahaan Manufaktur

PT Associated Grocers Corporation (AGC) sedang mempertimbangkan untuk melakukan pengambilalihan secara paksa terhadap PT Federated Grocers Corporation (FGC). AGC perlu menemukan cara untuk mengurangi beban setelah pengambilalihan untuk membuktikan kepada pemegang saham bahwa transaksi tersebut hemat biaya. Salah satu area yang dipertimbangkan adalah tunjangan tambahan FGC. Karena ini adalah upaya pengambilalihan secara paksa, FGC tidak bekerja sama dalam memberikan informasi tunjangan terperinci kepada AGC. Sebagai gantinya, AGC dapat memperoleh informasi tunjangan tambahan dan upah FGC dari sumber-sumber yang tersedia untuk umum. Tim akuisisi AGC menyiapkan Tabel 2.9 berikut:

PerusahaanTotal tunjangan tambahan (rupiah)Total gaji dan upah (rupiah)Rasio tunjangan tambahan terhadap gaji dan upah (%)
AGC10.000.00050.000.00020%
FGC9.500.00050.000.00019%

Tabel menunjukkan bahwa, meskipun total rupiah yang terkait dengan tunjangan tambahan untuk kedua perusahaan hampir sama, proporsi tunjangan tambahan terhadap gaji dan upah untuk perusahaan yang diakuisisi 5% lebih tinggi daripada AGC. Dengan mengurangi persentase ini menjadi 19% (sama dengan yang dicapai oleh AGC), perusahaan yang mengakuisisi dapat memperkirakan secara wajar bahwa penghematan sebesar Rp296.000 dapat dicapai dengan menggunakan paket tunjangannya di perusahaan yang diakuisisi.

Perusahaan Jasa

PT Prima Logistics sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan PT Jaya Logistics. Kedua perusahaan ingin mengetahui rasio tunjangan tambahan terhadap beban gaji dan upah mereka masing-masing untuk melihat apakah ada potensi penghematan setelah penggabungan. Informasi berikut tersedia:

PerusahaanTotal tunjangan tambahan (rupiah)Total gaji dan upah (rupiah)Rasio tunjangan tambahan terhadap gaji dan upah (%)
Prima Logistics5.000.00025.000.00020%
Jaya Logistics4.500.00025.000.00018%

Rasio tunjangan tambahan terhadap beban gaji dan upah untuk PT Prima Logistics adalah 20% (yaitu Rp5.000.000 dibagi Rp25.000.000). Rasio tunjangan tambahan terhadap beban gaji dan upah untuk PT Jaya Logistics adalah 18% (yaitu Rp4.500.000 dibagi Rp25.000.000).

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PT Prima Logistics memiliki rasio tunjangan tambahan terhadap beban gaji dan upah yang lebih tinggi daripada PT Jaya Logistics. Artinya, PT Prima Logistics mengeluarkan lebih banyak beban tunjangan tambahan dibandingkan dengan beban gaji dan upahnya.

Manfaat Rasio Manfaat Tambahan terhadap Beban Gaji dan Upah

Rasio manfaat tambahan terhadap beban gaji dan upah memiliki beberapa manfaat, yaitu:

  • Mengukur beban tunjangan tambahan dibandingkan dengan beban gaji dan upah
  • Membantu perusahaan membuat keputusan tentang kebijakan tunjangan
  • Membantu perusahaan membandingkan kinerja keuangannya dengan perusahaan lain di industri yang sama

Cara Mengurangi Rasio Manfaat Tambahan terhadap Beban Gaji dan Upah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi rasio tunjangan tambahan terhadap beban gaji dan upah, yaitu:

  • Menawarkan paket tunjangan yang lebih kompetitif
  • Mengurangi biaya tunjangan tambahan yang ada
  • Mengalihkan sebagian biaya tunjangan tambahan kepada karyawan

Kesimpulan

Rasio manfaat tambahan terhadap beban gaji dan upah adalah salah satu rasio keuangan yang penting untuk dipantau oleh perusahaan, baik manufaktur maupun jasa. Rasio ini menunjukkan seberapa besar beban manfaat tambahan yang dikeluarkan perusahaan dibandingkan dengan beban gaji dan upah. Perusahaan dapat mengurangi rasio ini dengan menawarkan paket tunjangan yang lebih kompetitif