Perbedaan antara Layanan Alihdaya vs Layanan Alihdaya Terkelola

Perbedaan antara Layanan Alihdaya vs Layanan Alihdaya Terkelola
Photo by charlesdeluvio / Unsplash

Layanan alihdaya (outsourcing) dan layanan alihdaya terkelola (managed outsourcing) adalah dua model bisnis yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya dan biaya operasional. Namun, kedua model ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi cakupan layanan, tingkat tanggung jawab, maupun biaya.

AspekLayanan AlihdayaLayanan Alihdaya Terkelola
Cakupan layananSebagian atau seluruh proses bisnisSeluruh proses bisnis, termasuk strategi dan tujuan
Tingkat tanggung jawabPerusahaan lebih tinggiPihak ketiga lebih tinggi
BiayaRelatif lebih rendahRelatif lebih tinggi
ManfaatPeningkatan efisiensi, efektivitas, fokus pada core businessPeningkatan efisiensi, efektivitas, fokus pada core business, dan peningkatan inovasi
Faktor pemilihanKompleksitas proses bisnis, ketersediaan sumber daya internal, strategi dan tujuan perusahaan, biayaKompleksitas proses bisnis, ketersediaan sumber daya internal, strategi dan tujuan perusahaan, biaya

Tabel di atas memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perbedaan antara layanan alihdaya dan layanan alihdaya terkelola. Tabel ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam memilih model bisnis alihdaya yang tepat.

Berikut adalah beberapa penjelasan tambahan mengenai tabel di atas:

A. Cakupan layanan

Pada layanan alihdaya, perusahaan dapat menyerahkan sebagian atau seluruh proses bisnisnya kepada pihak ketiga. Proses bisnis yang diserahkan dapat berupa layanan TI, layanan pelanggan, layanan keuangan, atau layanan lainnya. Perusahaan tetap bertanggung jawab untuk menentukan strategi dan tujuan dari proses bisnis tersebut, sedangkan pihak ketiga bertanggung jawab untuk melaksanakan proses bisnis tersebut sesuai dengan strategi dan tujuan yang telah ditetapkan.

Pada layanan alihdaya terkelola, perusahaan menyerahkan seluruh proses bisnisnya kepada pihak ketiga, termasuk strategi dan tujuan. Pihak ketiga bertanggung jawab untuk mengelola proses bisnis tersebut secara keseluruhan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.

B. Tingkat tanggung jawab

Pada layanan alihdaya, perusahaan memiliki tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi daripada pihak ketiga. Perusahaan bertanggung jawab untuk menentukan strategi dan tujuan, serta memastikan bahwa proses bisnis tersebut berjalan sesuai dengan strategi dan tujuan tersebut. Pihak ketiga bertanggung jawab untuk melaksanakan proses bisnis tersebut sesuai dengan instruksi dari perusahaan.

Pada layanan alihdaya terkelola, pihak ketiga memiliki tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi daripada perusahaan. Pihak ketiga bertanggung jawab untuk mengelola proses bisnis tersebut secara keseluruhan, termasuk strategi dan tujuan. Perusahaan hanya bertanggung jawab untuk memberikan input dan feedback kepada pihak ketiga.

C. Biaya

Biaya layanan alihdaya dan layanan alihdaya terkelola biasanya ditentukan berdasarkan jumlah proses bisnis yang diserahkan, jumlah karyawan yang dipindahkan, dan tingkat kompleksitas proses bisnis tersebut. Namun, secara umum, biaya layanan alihdaya terkelola lebih tinggi daripada layanan alihdaya.

D. Manfaat

Kedua model bisnis alihdaya ini dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, seperti peningkatan efisiensi, efektivitas, dan fokus pada core business. Namun, layanan alihdaya terkelola juga dapat memberikan manfaat tambahan, yaitu peningkatan inovasi.

E. Faktor pemilihan

Perusahaan perlu memilih model bisnis alihdaya yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih model bisnis alihdaya adalah

  • Kompleksitas proses bisnis,
  • Ketersediaan sumber daya internal, Strategi dan
  • Tujuan perusahaan, serta
  • Biaya.


Smart UMKM ID: Inovasi Layanan Alihdaya Terkelola untuk UMKM

Smart UMKM ID adalah sebuah layanan alihdaya terkelola untuk pembukuan, keuangan, dan perpajakan yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Layanan ini menawarkan berbagai manfaat bagi UMKM, termasuk:

  1. Peningkatan efisiensi dan efektivitas

Smart UMKM ID membantu UMKM untuk menjalankan proses pembukuan, keuangan, dan perpajakan secara lebih efisien dan efektif. Hal ini karena Smart UMKM ID didukung oleh tim ahli yang berpengalaman dan menggunakan teknologi yang canggih.

  1. Fokus pada core business

Dengan menggunakan Smart UMKM ID, UMKM dapat fokus pada core business-nya, yaitu menjalankan bisnisnya. Hal ini karena Smart UMKM ID akan mengelola proses pembukuan, keuangan, dan perpajakan secara profesional.

  1. Peningkatan inovasi

Smart UMKM ID juga dapat membantu UMKM untuk meningkatkan inovasi. Hal ini karena Smart UMKM ID dapat memberikan informasi dan insight yang bermanfaat bagi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Smart UMKM ID merupakan suatu inovasi yang membantu UMKM untuk tidak hanya mengalihdayakan beban pekerjaan dan biaya, tetapi juga tanggung jawab. Hal ini karena Smart UMKM ID bertanggung jawab penuh atas proses pembukuan, keuangan, dan perpajakan UMKM.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana Smart UMKM ID dapat membantu UMKM:

  1. UMKM yang memiliki sumber daya internal yang terbatas

Smart UMKM ID dapat membantu UMKM yang memiliki sumber daya internal yang terbatas untuk menjalankan proses pembukuan, keuangan, dan perpajakan secara profesional.

  1. UMKM yang ingin fokus pada core business-nya

Smart UMKM ID dapat membantu UMKM yang ingin fokus pada core business-nya untuk mengelola proses pembukuan, keuangan, dan perpajakan secara profesional.

  1. UMKM yang ingin meningkatkan inovasi

Smart UMKM ID dapat membantu UMKM yang ingin meningkatkan inovasi dengan memberikan informasi dan insight yang bermanfaat bagi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Secara keseluruhan, Smart UMKM ID merupakan sebuah layanan alihdaya terkelola yang inovatif dan dapat memberikan berbagai manfaat bagi UMKM.